Posted by: iramustika | January 28, 2009

Menentukan Materialitas (Planning Materiality)

Masih ingat dengan postingan saya tentang materiality beberapa waktu yang lalu? hmm.. kalau ga ingat bisa liat pada postingan saya disini

Disebutkan bahwa Auditor perlu menetapkan tingkat materialitas untuk membantu dalam merencanakan pengumpulan bahan bukti yang cukup. Materialitas menurut bukunya Aren & Loebbecke adalah “Jumlah atau besarnya kekeliruan atau salah saji dalam informasi akuntansi yang dalam kaitannya dengan kondisi yang bersangkutan mungkin membuat pertimbangan pengambilan keputusan pihak yang berkepentingan berubah atau terpengaruh oleh salah saji tersebut”.

Planning Materiality (PM) ditentukan oleh auditor sebelum proses audit di lapangan berjalan. Nah, PM dapat ditentukan dari Total Revenue ataupun Total Assets. Biasanya suggested range untuk revenue adalah 0,5% s.d 1%. Sedangkan untuk aset berkisar antara 1% s.d 5%.

Antara Revenue dan Total Assets, cukup digunakan salah satunya saja, jadi  tidak perlu dua-duanya.  Biasanya Revenue lebih sering dipakai sebagai acuan dalam PM. Dengan syarat bahwa revenue komparatif antara tahun berjalan dengan tahun sebelumnya tidak mengalami penurunan atau kenaikan yang signifikan. Bila revenue bersifat fluktuatif, maka biasanya total asset yang digunakan. Selanjutnya, setelah menentukan PM, ada yang namanya PAJE Scope, yaitu jumlah minimum dari salah saji yang akan di adjust. Biasanya sih 2% dari PM.

Ilustrasinya sebagai berikut :

Misal sebuah perusahaan yang akan diaudit memiliki total revenue komparatif th 2007 & 2008 berturut-turut Rp 2,5 M dan 2,4 M. Maka PM adalah 0,5% X 2,4 M = 12jt

Artinya : Jumlah minimum akun dalam neraca yang harus divouching adalah 12jt keatas. Kalau kurang dari itu dianggap tidak material.

Selanjutnya, bila auditor menemukan salah saji dalam laporan keuangan dan harus disesuaikan, maka jumlah minimum yang harus diadjust adalah 2% x 12jt = 240 rb. Maksudnya, bila salah saji ditemukan dan adjustment yang perlu dilakukan berjumlah kurang dari 240rb, maka tidak usah dilakukan adjustment, tapi kalau jumlahnya diatas 240rb, harus dibuat adjustment nya.


Responses

  1. salam kenal

  2. salam kenal.
    menarik sekali..
    terima kasih atas pembahasan tentang planning material.

    mungkin sedikit diskusi tentang aset Derifative, saya dengar Di PSAK belum ada kejelasan karena masih simpang siur bagaimana menurut anda? mungkin bisa membantu tentang kebingungan saya ini.terima kasih.

  3. trima ksih ats infony. mw tnya bgaimna tahapan2 dalm penetapan materialitas itu sndiri. sperti planing phase, testing dan completing. mohon pnjelasanny


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: